makalah pertumbuhan ekonomi dalam konsep pembangunan berkelanjutan
MAKALAH
PERTUMBUHAN
EKONOMI DALAM KONSEP
PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN
KELOMPOK 9 :
ENNY TIYA R.
DITA ROFFAL A.
M.ZAINUL
SUBHANA N.F
DITA ROFFAL A.
M.ZAINUL
SUBHANA N.F
FAKULTAS
EKONOMI AKUNTANSI
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
MALANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberi kita taufiq
dan hidayah-Nya sehingga tugas Karya Tulis ini dapat terselesaikan tanpa suatu
halangan dan rintangan yang cukup berarti.
Sholawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga
dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju
jalan Islami.
Tak
lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah bersusah payah membantu hingga terselesaikannya penulisan makalah
ini. Semoga semua bantuan dicatat sebagai amal sholeh di hadapan Allah SWT.
Saya
menyadari walaupun saya telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun
Makalah sederhana ini, tetapi masih banyak kekurangan yang ada didalamnya. Oleh
karena itu, segala tegur sapa sangat saya harapkan demi perbaikan tugas ini.
Saya berharap akan ada guna dan manfaatnya Karya Tulis ini bagi semua pembaca.
Amin.
Malang, 13
Oktober 2014
Penyusun,
DAFTAR
ISI
Halaman judul……………………………………………………………………..……………1
Kata pengantar………………………………………………………………………………….2
Daftar
isi…………………………………………………………………………………..……..3
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang………………………………………….…………..…….4
B. Rumusan masalah………………………………………………...……...5
C. Tujuan………………………………………………………..…………...5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
pembangunan berkelanjutan………………………………...6
B. Peranan
lingkungan dalam perekonomian ……………………………..6
C. Industrialisasi
dan pembangunan berkelanjutan…………………….....7
D. Industry
dan ekstrnalitas dalam pembangunan berkelanjutan…………8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………….….………………………..9
B. Saran…………………………………………….….………………........9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………...…...10
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kemajuan
suatu bangsa hanya dapat dicapai dengan melaksanakan pembangunan di segala
bidang. Pembangunan merupakan proses pengolahan sumber daya alam dan
pendayagunaan sumber daya manusia dengan memanfaatkan tekhnologi. Dalam pola
pembangunan tersebut, perlu memperhatikan fungsi sumber daya alam dan sumber
daya manusia, agar dapat terus-menerus menunjang kegiatan atau proses
pembangunan yang berkelanjutan. Pengertian pembangunan berkelanjutan itu
sendiri adalah perubahan positif sosial ekonomi yang tidak mengabaikan sistem
ekologi dan sosial dimana masyarakat bergantung padanya.
Keberhasilan
penerapannya memerlukan kebijakan, perencanaan dan proses pembelajaran sosial
yang terpadu, viabilitas politiknya tergantung pada dukungan penuh masyarakat
melalui pemerintahannya, kelembagaan sosialnya, dan kegiatan dunia usahanya.
Proses pembangunan terutama bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat baik
secara spiritual maupun material. Definisi ini menunjukan bahwa adanya suatu
pembangunan karena suatu kebutuhan, dan masalah. Adanya keinginan untuk
memenuhi kebutuhan tersebut adalah suatu harapan. Sedangkan jika harapan
tersebut tidak tercapai berarti, hal itu adalah masalah.
Dengan
demikian pembangunan mempunyai hubungan yang erat dengan masalah. Karena titik
tolak pembangunan dimulai dari tindakan mengurangi masalah tersebut dengan
tujuan memenuhi kebutuhan dan meningkatkan untuk mencapai suatu tingkatan yang
layak. Pembangunan yang tidak bertitik tolak dari masalah berarti ada indikasi
kesalahan konsep dan model pembangunan tersebut berorientasi pada penyelesaian
masalah sebagai penyebab akar masalah bukan akar masalahnya. Hal ini
menyebabkan
peningkatan laju pembangunan lama untuk mencapai suatu pertumbuhan pembangunan
yang merakyat. Model pembangunan yang merakyat berarti berangkat dari
masyarakat.
Pembangunan
dalam konteks Negara selalu ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik yang merata. Pembangunan bukan
hanya berarti penekanan pada akselerasi dan peningkatan pendapatan
perkapita sebagai indeks dari pembangunan saja, akan tetapi pembangunan
merupakan suatu proses multi dimensi yang meliputi pola reorganisasi dan
pembaharuan seluruh sistem dan aktifitas ekonomi dan sosial dalam
mensejahterakan kehidupan warga masyarakat.
B. RUMUSAN MASALAH
1. apa
pengertian pembangunan berkelanjutan ?
2. apa peranan lingkungan dalam perekonomian ?
3. Bagaimana industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan ?
4. Bagaimana industri dab eksternalitas dalam pembangunan berkelanjutan ?
2. apa peranan lingkungan dalam perekonomian ?
3. Bagaimana industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan ?
4. Bagaimana industri dab eksternalitas dalam pembangunan berkelanjutan ?
C. TUJUAN
1. Agar semua orang khususnya mahasiswa mengetahui seberapa besar
peran lingkungan dalam perekonomian
2. Sebagai bekal dalam menjalani kehidupan baik dalam ruang lingkup
yang kecil seperti mengikuti atau berkecimpung dalam membangun perekonomian
bangsa
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan
(lahan,kota, bisnis,masyarakat, dsb) yang berprinsip memenuhi kebutuhan
sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan, (Menurut
Brundtland Report dari PBB, (1987). Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan
dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang
harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana
memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan
ekonomi dan keadilan sosial. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan
lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan
hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin
kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa
depan (Sugandhy, Hakim 2009).
pembangunan yang dilakukan dengan tidak menurunkan kapasitas generasi yang akan datang, meskipun terdapat penyusutan cadangan suberdaya alam dan memburuknya lingkungan, tetapi keadaan tersebut dapat digantikan oleh sumberdaya lain baik sumberdaya manusia maupun oleh sumberdaya kapital. Oleh karena itu untuk menjamin adanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, harus dicari titik keseimbangan antara kebijakan pembangunan dan kebijakan lingkungan, sehingga akan tercapai kebijakan pembangunan ekonomi yang benar-benar menjamin peningkatan kesejahteraan manusia dalam jangka panjang.
pembangunan yang dilakukan dengan tidak menurunkan kapasitas generasi yang akan datang, meskipun terdapat penyusutan cadangan suberdaya alam dan memburuknya lingkungan, tetapi keadaan tersebut dapat digantikan oleh sumberdaya lain baik sumberdaya manusia maupun oleh sumberdaya kapital. Oleh karena itu untuk menjamin adanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, harus dicari titik keseimbangan antara kebijakan pembangunan dan kebijakan lingkungan, sehingga akan tercapai kebijakan pembangunan ekonomi yang benar-benar menjamin peningkatan kesejahteraan manusia dalam jangka panjang.
B. PERAN
LINGKUNGAN DALAM PEREKONOMIAN
Sering
kali pembangunan tidak memperdulikan lingkungan, akibat dari pembangunan tersebut
dapat merusak lingkungan. Lingkungan dan sumberdaya alam dianggap sebagai
karunia Tuhan, sehingga sediannya cukup berlimpah dan selalu dapat tercipta
kembali. Namun dengan semakin menggebunya pembangunan ekonomi, khususnya di
Negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, maka semakin banyak
suberdaya alam yang diambil atau dikuras dari alam, sehingga tersedianya
semakin tipis baik itu berupa sumberdaya alam yang dapat diperbarui maupun yang
tidak dapat diperbarui. Selanjutnya dengan berkembangnya semua sektor dalam
perekonomian, khususnya industri yang mengolah sumberdaya alam, baik itu
pertanian maupun industri pengolahan, maka dikhawatirkan pembangunan itu
sendiri suatu saat akan mengalami stagnasi karena tidak ada lagi sumberdaya
alam yang dapat digali atau sumberdaya alam yang ada sudah semakin buruk
keadaannya. Sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi
itu, maka laju penggunaan dan pengurasan suberdaya alam selalu bersifat
eksponensial. Untuk mengatasi itu, maka mau tidak mau harus ada pengendalian
konsumsi barang dan jasa serta pengendalian laju pertumbuhan penduduk salah
satu caranya dengan KB. Konsumsi barang dan jasa ditahan jangan meningkatkan
terlalu cepat dan kegiatan produksi maupun konsumsi jangan sampai mencemari
lingkungan, sehingga fungsi utama lingkungan menjadi terganggu. Pembangunan
Hijau pada umumnya dibedakan dari pembangunan bekelanjutan, dimana pembangunan
Hijau lebih mengutamakan keberlanjutan lingkungan di atas pertimbangan ekonomi
dan budaya. Pendukung pembangunan berkelanjutan berargumen bahwa konsep ini
menyediakan konteks bagi keberlanjutan menyeluruh dimana pemikiran mutakhir
dari pembangunan hijau sulit diwujudkan. Sebagai contoh, pembangunan pabrik
dengan teknologi pengolahan limbah mutakhir yang membutuhkan biaya perawatan
tinggi sulit untuk dapat berkelanjutan di wilayah dengan sumber daya keuangan
yang terbatas.
Pelaksanaan
program-program konvensi keanekaragaman hayati antara lain dengan gerakan
penanaman pohon secara in-situ dan ek-situ yaitu dengan pemilihan bibit lokal
atau yang akan ditanami disertai tindak lanjut yang nyata, guna menjamin
kelangsungan hidup keanekaragaman hayati setempat. Dalam memenuhi kebutuhan
pangan, sandang, pangan, obat-obatan, masyarakat setempat harus menjadi bagian
dari program-program pembangunan daerah dalam rangka pembukaan kesempatan
kerja, khususnya pada masyarakat setempat.
C.
INDUSTRIALISASI DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pembangunan
berkelanjutan sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan antara jumlah penduduk
dan kemampuan produksi sesuai daya dukung lingkungan mengindikasikan adanya
keterbatasan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan
keseimbangan dalam pelaksanaan pembangunan untuk mencapai kondisi kesinambungan
yang akan berubah sesuai situasi dan kondisi serta waktu. Pada intinya
pembangunan berkelanjutan memiliki dua unsur pokok yaitu kebutuhan yang wajib
dipenuhi terutama bagi kaum miskin, dan kedua adanya keterbatasan sumber daya
dan teknologi serta kemampuan organisasi sosial dalam memanfaatkan lingkungan
untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Mengapa Diperlukan
Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan karena
dorongan berbagai hal, salah satunya adalah kerusakan lingkungan yang
disebabkan oleh pelaksanaan pembangunan. Pengalaman negara maju dan negara
berkembang menunjukkan bahwa pembangunan selain mendorong kemajuan juga
menyebabkan kemunduran karena dapat mengakibatkan kondisi lingkungan rusak
sehingga tidak lagi dapat mendukung pembangunan. Pelaksanaan pembangunan akan
berhasil baik apabila didukung oleh lingkungan (sumber daya alam) secara
memadai. Selain dari pelaksana pembangunan yang tidak terkendali, kerusakan
lingkungan dapat juga terjadi karena pencemaran. Perkembangan industri yang
terus meningkat akan meningkatkan pula pencemaran yang terjadi pada air, udara
maupun tanah. Dampak yang terjadi seperti turunnya hujan asam, menipisnya lapisan
ozon, meningkatnya permukaan air laut dan perubahan iklim akan merugikan tidak
hanya pada flora dan fauna tapi juga pada manusia Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mencakup tiga dimensi
yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Dalam dimensi ekonomi terdapat beberapa
tujuan yang ingin dicapai antara lain upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
memerangi kemiskinan, serta mengubah produksi dan konsumsi ke arah yang
seimbang. Sedangkan dimensi sosial berhubungan dengan pemecahan masalah
kependudukan, perbaikan pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan,
dan lain-lain. Adapun dimensi lingkungan memiliki tujuan-tujuan antara lain
upaya pengurangan dan pencegahan terhadap polusi, pengelolaan limbah serta
konservasi/preservasi sumber daya alam.
D.
INDUSTRI DAN EKSTRNALISASI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Eksternalitas
adalah Adanya dampak positif maupun negatif yang timbul dan diterima oleh pihak
lain sebagai akibat dari adanya kegiatan suatu pihak atau suatu pelaku ekonomi.
Perkembangan pada akhir-akhir ini menunjukan bahwa banyak perusahan-perusahan
besar yang terpaksa memasukkan biaya pengolahan limbah guna mengurangi
pencemaran (eksternalitas negatif tersebut) ke dalam perhitungan biaya produksi
dan sekaligus harga produk yang dihasilkannya. Kecenderungan yang terakhir ini
terjadi karena Pemerintah telah mulai secara aktif mengeluarkan peraturan
berikut sanksinya terhadap industri-industri yang menghasilkan limbah di
antaranya berupa pencabutan izin usaha dan sankisi hukum lainnya.
- Pokok-pokok Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Barrow (1999) pembangunan berkelanjutan berpijak pada pokok-pokok sebagai berikut:
- Pelestarian keutuhan ekologis
- Perpaduan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan
- Pengadopsian pandangan internasionalis (saling ketergantungan)
- Pelestarian termanfaatkan
- Memeperhatikan kesetaraan antar generasi, kelompok, dan spesies
- Penerapan ilmu teknologi dan pengetahuan lingkungan pada pelaksanaan pembangunan diseluruh dunia
- Pertumbuhan ekonomi terlanjutkan
- Pengadopsian pandangan jangka panjang dalam pembangunan
- Faktor Penghambat terjadinya Pembangunan Berkelanjutan
- Kontrofersi antar negara
- Kesulitan dalam mengubah perilaku manusia dalam berinteraksi dan mengeksploitasi lingkungannya
- Lambatnya kebijkan pembangunan
- Dan lain-lain
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar